Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta -
Ini adalah tradisi menyambut tamu penting dari AS: pengamanan dari ribuan polisi dan juga ponsel yang tiba-tiba tak ada sinyal. Waspadai hal seperti ini terjadi seiring kedatangan Menlu Hillary Clinton ke Jakarta 18-19 Februari.
Ketika Menlu Colin Powell bertandang ke Jakarta di era Presiden Megawati dulu, pengacakan sinyal ponsel juga terjadi. Saat Menlu Condolezza Rice bertandang 14-15 Maret 2006, hal demikian juga berlaku.
Pengamanan pada Rice saat itu terlihat mencolok. Sekitar 1.500 polisi siaga, ditambah sejumlah sniper. Ketika Rice berpidato di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, hadirin harus datang 2 jam sebelumnya. Yang telat 1 menit, langsung disuruh minggir. Sinyal ponsel diacak.
Sistem keamanan ini sempat membuat anggota DPR protes karena justru mengesankan Indonesia tidak aman. Namun Polri menyatakan bahwa sistem keamanan seperti itu standar untuk tamu negara.
Sistem keamanan ketat seperti itu juga berlaku bagi Menlu Hillary Clinton. Sebanyak 2.800 polisi bersiaga, jumlah yang lebih banyak dibandingkan pengamanan Rice.
Sejumlah pejabat Polri belum bisa dikonfirmasi tentang adanya pengacakan ponsel yang terjadi di tempat-tempat yang dikunjungi Hillary hari ini dan esok. Termasuk apakah akan ada pengalihan arus lalu lintas mengingat Hillary tentu akan dikawal iring-iringan cukup panjang.
Namun tidak mengapa mewaspadai segala kemungkinan bukan? Hari ini Hillary tiba pukul 14.00 WIB di Halim Perdanakusumah. Pada pukul 17.00 WIB, Hillary mengunjungi Sekretariat Asean di kawasan Blok M. Disebut-sebut Hillary akan menginap di Hotel Four Seasons, Jadi kemungkinan di jalur itulah pengamanan ketat dan pengacakan ponsel akan berlaku. (nrl/gah)

0 komentar:
Posting Komentar