Tusuk Profesor di Singapura
Penusukan Dilatarbelakangi Isu Pemutusan Beasiswa
Indra Subagja - detikNews
Jakarta -
David Hartanto menusuk profesor pembimbingnya Chan Kap Luk di Nanyang University, Singapura dan kemudian melakukan aksi bunuh diri. Motifnya diduga terkait isu mengenai pemutusan beasiswa.
"Diduga ini miskomunikasi, karena isu bahwa beasiswa dihentikan. Ini sangat disayangkan, sangat disayangkan," kata Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Djatmiko saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Senin (2/3/2009).
Peristiwa ini, di lingkungan kampus Nanyang University menurut pihak kampus merupakan peristiwa pertama yang terjadi.
"Mereka semua menyesalkan, ini sudah tahun terakhir. April nanti ujian dan Juli pengukuhan kelulusan, jadi tinggal beberapa bulan lagi," tambah Djatmiko.
Menurutnya, penusukan yang dilakukan pun ditengarai salah orang, karena yang menghentikan beasiswa bukan profesor yang dia tikam.
"Dosen-dosen tidak mengerti kenapa ini terjadi, cuma memang ada pendapat sebetulnya dia salah orang. Kalau profesor ini tidak ada masalah, dia bukan penentu kebijakan dan bukan yang mengeluarkan keputusan penghentian beasiswa. Ya kata staf-staf di sini sepertinya salah orang," urai Djatmiko.
Memang tahun ini adalah tahun terakhir beasiswa, dan David seperti orang bingung. "Padahal semuanya, bila beasiswa dihentikan bisa sambil kerja, tidak ada masalah. Ya diduga ini miskomunikasi," tutup Djatmiko. (ndr/rdf)
David Hartanto menusuk profesor pembimbingnya Chan Kap Luk di Nanyang University, Singapura dan kemudian melakukan aksi bunuh diri. Motifnya diduga terkait isu mengenai pemutusan beasiswa.
"Diduga ini miskomunikasi, karena isu bahwa beasiswa dihentikan. Ini sangat disayangkan, sangat disayangkan," kata Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Djatmiko saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Senin (2/3/2009).
Peristiwa ini, di lingkungan kampus Nanyang University menurut pihak kampus merupakan peristiwa pertama yang terjadi.
"Mereka semua menyesalkan, ini sudah tahun terakhir. April nanti ujian dan Juli pengukuhan kelulusan, jadi tinggal beberapa bulan lagi," tambah Djatmiko.
Menurutnya, penusukan yang dilakukan pun ditengarai salah orang, karena yang menghentikan beasiswa bukan profesor yang dia tikam.
"Dosen-dosen tidak mengerti kenapa ini terjadi, cuma memang ada pendapat sebetulnya dia salah orang. Kalau profesor ini tidak ada masalah, dia bukan penentu kebijakan dan bukan yang mengeluarkan keputusan penghentian beasiswa. Ya kata staf-staf di sini sepertinya salah orang," urai Djatmiko.
Memang tahun ini adalah tahun terakhir beasiswa, dan David seperti orang bingung. "Padahal semuanya, bila beasiswa dihentikan bisa sambil kerja, tidak ada masalah. Ya diduga ini miskomunikasi," tutup Djatmiko. (ndr/rdf)

0 komentar:
Posting Komentar